*Setelah setahun menulis puisi ini,akhirnya mendapat peluang untuk mendeklamasikannya buat kali pertama depan khalayak ramai.Disampaikan semasa program Intilaq Ramadhan 1432H anjuran ISMA-Mesir Sayeda Zeinab.
Untuk kali ini,
Kita bersua kembali,
Dalam damai dan ketenangan hati,
Dalam rentak alunan masa yang mengekori,
Kita terus dapat bersama lagi,
Untuk kali ini,
Kau tetap datang dengan membawa seribu macam tawaran untuk dinikmati,
Denganmu adanya rahmat Illahi
Denganmu adanya maghfirah Illahi
Denganmu adanya redha Illahi
Tanpamu,mana lagi adanya semua ini?
Untuk kali ini,
Kumasih terus bernafas dalam jiwa abdi,
Kumasih terus tunduk sujud dalam kekerdilan hati,
Kumasih terus berserah diri pada Yang Maha Tinggi,
Kaulah menjadi saksi,
Bukti penyerahan jiwa ini
Untuk kali ini,
Inginku bermesra denganmu sepenuh hati,
Inginku sambutmu dengan belaian manja tulus nurani
Kerna dulu engkau seolah ku tak hargai,
Dulu kubiarkan kau berlalu pergi,
Begitu sahaja tanpa sempat kau singgah di hati,
Kulupa janjimu yang murni
Untuk kali ini,
Biarlah aku terus mendekati,
Agar kau setia di sisi,
Kerna mungkin ini yang terakhir
Kita bersama?
Oh Ramadhan!
temanku,
kalammu benar
kalammu tepat
kalammu padat
hampir bertahun aku masukki madrasah itu
madrasah Ramadan
lalu
aku asah imanku
aku bentuk nafsuku
aku gandakan usahaku
tapi
bila ia berlalu
bila ia pergi meninggalkanku
segalanya lenyap bagai angin lalu
mana Al-quran yang menjadi temanku
mana qiam yang menjadi amalanku
mana zikir yang menjadi basahan bibirku
semuanya lari entah ke mana
aku binggung
sungguh aku binggung
teman, lagaknya kamu seperti hamba Ramadan!
tidak!
tidak sama sekali!
aku bukan hamba Ramadan
aku bukan…
aku hanya hamba pemilik Ramadan
azamku teman,
Ramadan kali ini
menjadi penolak amalku sehingga akhir hayatku
kerna cukuplah redha tuhanku bersamaku~








